Kulit Buah Manggis Sangat Ampuh Mengatasi Penyakit Kangker
Buah Manggis Sangat Bermanfaát Untuk Kesehatan Tubuh ( termasuk penyakit kangker )
Manggis merupakan buah tropis khas Kepulauan Sunda dan Maluku. Nama ilmiah tanaman ini Garcinia mangostana. Manggis banyak dibudidayakan di Indonesia, dan di daerah – daerah sumatera, Kalimantan dan pulau jawa.
Buah manggis berbentuk bulat seperti tomat. Memiliki kulit yang tebal dengan permukaan keras mengkilat sedangkan bagian dalamnya lunak. Warna kulit buah manggis ungu kehitaman. Daging buahnya tersusun dalam bentuk bilah seperti buah jeruk, warnanya putih susu. Rasa buah manggis manis asam menyegarkan.
Selain dimakan buahnya manggis juga dimanfaatkan kulitnya. Kulit buah manggis digunakan sebagai bahan dasar suplemen makanan dan herbal. Kulit manggis rasanya pahit tidak bisa dimakan langsung. Namun memiliki kandungan anti oksidan dan nutrisi lain yang bermanfaat bagi kesehatan.
Seperti telah disinggung sebelumnya, tanaman manggis merupakan tanaman asli Kepulauan Sunda yang mencakup pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara. Tanaman ini juga ditemukan di kepulauan Maluku. Secara administratif kawasan ini mencakup negara Indonesia, Malaysia, Brunei dan Timor Leste.
Nama manggis diambil dari bahasa Melayu. Di Indonesia secara umum disebut dengan nama yang sama. Namun di beberapa daerah memiliki sebutan lain, diantaranya manggu (Sunda), manggih (Minangkabau), busutang (Halmahera), sungkup (Dayak), lokopa (Mentawai).1 Dalam bahasa Inggris buah ini populer dengan sebutan mangosteen atau kadang-kadang disebut gamboge. Dalam bahasa Spanyol disebut mangostán dan dalam bahasa Perancis mangoustan.2 Hampir semua nama merujuk pada istilah ilmiahnya.
Pada tahun 1770, Kapten Cook, seorang penjelajah asal Inggris menemukan buah manggis di Jakarta. Beberapa tahun setelah itu, perisisnya tahun 1789 buah ini mulai dikenal di Inggris. Kemudian bersama-sama dengan buah sukun dibawa ke Kepulauan Pasifik dan Antiles. Pada tahun 1800 tanaman manggis dibawa ke Srilangka. Sepanjang abad ke-19 buah ini dicoba juga ditanam di India. Tahun 1854 manggis mulai dikenalkan di Australia dan tahun 1901 di Madagaskar.
Pohon Manggis dengan masa hidup yang dapat mencapai puluhan tahun. Pohon manggis selalu hijau dengan tinggi 6-20 meter.
Terdapat dua macam akar pada pohon Manggis yaitu akar tunggang dan akar serabut. Akar tunggang sangat kuat dan menjulur cukup dalam ke tanah, sedangkan pada akar serabut lemah dan cenderung agak dangkal dalam menjulur ke tanah. Akar pohon Manggis mengalami pertumbuhan yang lambat sehingga secara bertahap dalam jangka waktu tertentu banyak yang mengalami layu bahkan mati, namun hal ini tergantung pada kondisi lingkungan sekitarnya dan juga pengaruh dari sifat dan karakteristik pohonnya itu sendiri.
Manggis mempunyai batang pohon tegak dan jelas, Struktur batangnya berkayu keras. Kulit batangnya kecoklatan, mempunyai getah berwarna kuning, kasar dan tidak rata. Sistem percabangan cenderung simetris.
Daun tunggal berbentuk bulat-oval sampai bulat panjang. Struktur helai daun tebal dengan permukaan bagian atas berwarna hijau mengkilap, sedangkan permukaan bagian bawah berwana kekuningan.
Berdasarkan kandungan-kandungan gizi di atas, manfaat yang tersimpan di dalam buah manggis adalah:
1. Membantu menurunkan berat badan
Manfaat yang paling terkenal dari buah manggis adalah membantu menurunkan berat badan. Studi yang dipublikasikan di Journal of medicinal food pada 2016 menemukan bahwa, tikus yang mengonsumsi ekstrak manggis mengalami penurunan berat badan secara signifikan dibandingkan yang tidak mengonsumsinya.
Namun, penelitian sebelumnya pada manusia juga menyebutkan, orang yang mengonsumsi 90-270 ml jus manggis dua kali sehari cenderung memiliki indeks massa tubuh (BMI) yang lebih rendah. Para peneliti meyakini efek antiinflamasi dari senyawa xanthone mampu mengurangi peradangan pada individu yang mengalami kelebihan berat badan, sehingga manfaat ini bisa muncul.
2. Mengontrol kadar gula darah
Berbagai penelitian mengenai buah manggis menemukan fakta bahwa senyawa xanthone dan serat di dalamnya dapat membantu menjaga kadar gula darah. Salah satunya, yaitu studi pada tahun 2018 yang dipublikasikan di jurnal Nutrients.
Studi tersebut menemukan fakta bahwa wanita obesitas yang mengonsumsi 400 mg ekstrak manggis setiap hari mengalami penurunan resistensi insulin yang signifikan. Adapun resistensi insulin merupakan salah satu faktor risiko kadar gula darah tinggi hingga diabetes.
3. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Buah manggis mengandung vitamin C dan serat, yang keduanya penting untuk sistem kekebalan tubuh manusia. Vitamin C memiliki sifat antioksidan serta berperan untuk meningkatkan fungsi sel kekebalan, sehingga dapat mengurangi risiko penyakit. Sementara serat berperan dalam sistem pencernaan, yang juga merupakan komponen penting dalam kekebalan tubuh manusia.
Tak hanya vitamin C dan serat, manfaat buah manggis ini juga dapat dirasakan karena sifat antibakteri pada senyawa bioaktif didalamnya. Senyawa ini dapat membantu melawan bakteri yang berbahaya, yang bisa menimbulkan berbagai penyakit.
4. Menjaga kesehatan kulit
Tak hanya melawan penyakit, efek antioksidan dan antibakteri pada buah manggis juga dapat membantu menjaga kesehatan kulit. Hal ini dibuktikan melalui sebuah penelitian kecil yang dipublikasikan di journal of clinical biochemistry and nutrition.
Penelitian tersebut menemukan fakta bahwa, seseorang yang mengonsumsi ekstrak manggis 100 mg setiap hari memiliki elastisitas kulit yang lebih baik. Ia juga mengalami pengurangan senyawa yang menyebabkan penuaan kulit setelah mengonsumsi ekstrak buah tersebut.
5. Mencegah penyakit kanker
Selain khasiat-khasiat di atas, manfaat buah manggis lainnya yang terkenal adalah untuk mencegah penyakit kanker. Pasalnya, senyawa xanthones dalam buah manggis diyakini memiliki sifat antikanker, antioksidan, dan antiinflamasi yang dapat membantu melawan perkembangan dan penyebaran sel kanker.
Meski telah dilakukan sejumlah penelitian mengenai khasiat buah manggis ini, tetapi hasilnya pada manusia masih sangat terbatas. Oleh karena itu, dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai efek buah manggis sebagai pencegah kanker pada manusia.
6. Meredakan radang sendi
Dilansir dari Mayo Clinic, sejumlah penelitian di laboratorium dan pada hewan menunjukkan bahwa manggis memiliki efek antiinflamasi yang kuat. Oleh karena itu, buah ini sering disebut dapat membantu mengurangi peradangan dan nyeri pada penderita arthritis (radang sendi).
Hal ini memang belum sepenuhnya terbukti pada manusia. Namun, berdasarkan penelitian yang dipublikasikan di jurnal PeerJ pada 2019, senyawa bioaktif xanthones pada buah manggis dapat melawan peradangan serta melindungi berbagai organ tubuh, termasuk sendi.
7. Menjaga kesehatan jantung
Manfaat buah manggis lainnya yang sayang dilewatkan adalah untuk menjaga kesehatan jantung. Hal ini dibuktikan melalui beberapa penelitian yang dilakukan pada hewan. Salah satunya adalah penelitian yang dipublikasikan di jurnal BMC complementary and alternative medicine pada 2016.
Menurut penelitian tersebut, polifenol pada buah manggis dapat menurunkan kadar trigliserida dan kolesterol jahat serta meningkatkan kolesterol baik pada tikus. Oleh karena itu, buah ini diyakini bisa mengurangi risiko penyakit jantung. Meski demikian, dibutuhkan penelitian lanjutan untuk membuktikannya pada manusia.
8. Menjaga kesehatan otak dan mental
latihan otak mencegah pikun
Tidak hanya jantung, beberapa studi pun menunjukkan bahwa buah manggis memiliki khasiat untuk menjaga kesehatan otak. Buah ini disebut bisa mengurangi peradangan pada otak serta membantu pengobatan gangguan mental tertentu pada tikus.
Sebagai contoh, studi yang dipublikasikan di jurnal Psychiatry pada 2019 menyebutkan, senyawa antioksidan pada buah manggis (salah satunya xanthones) dapat dijadikan pengobatan tambahan untuk mengobati gangguan bipolar dan skizofrenia. Selain itu, studi lain juga menyebutkan, gejala depresi pada tikus terbukti membaik dengan pemberian ekstrak buah manggis. Bahkan, efeknya sama seperti obat antidepresan imipramine.
9. Menjaga kesehatan pencernaan
Buah manggis adalah salah satu makanan tinggi serat yang perlu Anda konsumsi. Pasalnya, dengan mengonsumsi serat, kesehatan pencernaan Anda akan terjaga dan Anda pun terhindar dari berbagai penyakit di sistem pencernaan.
Institute of Medicine (IOM) merekomendasikan, sebaiknya Anda mengonsumsi sekitar 19-38 gram serat per hari untuk dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan. Selain dari manggis, Anda juga bisa memenuhi kebutuhan serat dari makanan lainnya, seperti sayuran.
Selamat Mencoba..



Komentar
Posting Komentar